Sepulang dari sana..

Sudah satu bulan berlalu sejak saya meninggalkan tanah Borneo. Perjalanan itu adalah pengalaman pertama saya menjejakkan kaki di sana. Satu lagi pulau besar di Indonesia yang saya kunjungi. Saya tidak menyangka akan pergi ke sana tanpa adanya acara terjadwal dari institusi. Maklum, saya ini semacam barang kargo yang biasanya bisa sampe kemana-mana karena dikirim oleh institusi hehe..

Saya pergi ke sana memenuhi undangan seorang sahabat yang waktu itu hendak melangsungkan pernikahan.Kami begitu bersemangat mengatur rencana pertemuan ini. Bukan saja karena ini acara istimewa, tapi juga karena sudah lama kami tak bersua. Dia di Austria, sedangkan saya di Indonesia.

Kebetulan sekali, ketika dia memberi kabar tentang pernikahannya ketika saya baru saja menerima newsletter promo dari maskapai penerbangan kesukaan saya, Garuda Indonesia. Segera saja langkah pertama perjalanan ini saya ambil, memesan tiket. Padahal, pada saat pembicaraan itu terjadi, tanggal pasti acara pernikahannya belumlah lagi ditentukan :)))  Alhamdulillah, ternyata tanggal yang dia inginkan saat itu bisa ditepati, sehingga tidak ada perubahan pada tanggal perjalanan pada tiket yang saya pesan. Seharusnya. Hahaha… *Kenapa ada kata seharusnya? Ada cerita tentang itu, saya ceritakan lain waktu ya 😉 Yang jelas, perjalanan saya kemarin membuat saya berpikir beberapa hal.

Jika sesuatu telah digariskan untukmu, maka segalanya akan mudah. Awalnya, pikiran itu terlintas krn kisah perjodohan teman saya yg bikin tersenyum. Tapi bukan tentang itu saja, ini juga tentang bagaimana perjalanan saya terwujud. Pulau Kalimantan alias Borneo tidak termasuk dalam daftar 10 tempat di Indonesia yang ingin saya kunjungi di tahun 2015. Karena saya berpikir, alangkah jarang kegiatan institusi saya yang berlokasi di sana. Manado atau Makassar justru lebih berpeluang. Tetapi itulah, Tuhan menggariskan cerita yang berbeda dari rencana saya. Mudahnya tiket promo, mudahnya mendapat izin atasan, dan mudahnya segala sesuatu saat saya berada di sana. Cerita yang berbeda, tetapi justru lebih indah daripada rancangan di kepala saya. Truly, I am humbled by how God arrange things to happen. Allahu Akbar, Allah is The Almighty 🙂

Bepergian sendirian di Indonesia itu aman untuk perempuan. Jujur, sebelum saya pergi kemarin, saya sempat deg-degan. Terakhir kali saya pergi sendirian, benar-benar sendirian, adalah pertengahan tahun 2012. Ketika itu saya pergi menjelajah Praha sendirian. Itu sudah hampir tiga tahun yang lalu! Selama tahun 2013 dan 2014, bisa dibilang sebagian besar waktu saya habiskan di rumah saja. Paling-paling sesekali perjalanan dinas yang singkat. Jiwa petualang saya (kalau memang ada) sedang hibernasi. Membayangkan jauh dari rumah dan berpindah-pindah sendirian membuat saya agak gamang. Tapi rasa penasaran dan rasa ingin bepergian saya yang menang. Saya rindu terbang. Saya rindu ‘mbolang’. Dan perjalanan kemarin, bagi saya merupakan sebuah terobosan. Tuhan mengizinkan saya berhasil mengatasi keraguan dan ketakutan akan bepergian sendirian. 🙂 🙂 🙂

Dan sekarang saya jadi kepingin bepergian lagi ;P

WP_20150402_030

Advertisements

5 thoughts on “Sepulang dari sana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s