Satu Minggu Makan Salad

Saya baru sadar kalau di beberapa media sosial ada tagar yang sedang populer, yaitu #indonesiamakansayur. Awalnya saya tidak terlalu mempedulikan tagar tersebut, ya sebagaimana saya biasanya juga tidak terlalu memperhatikan tagar apa yang ditempelkan pada sebuah publikasi. Akan tetapi, ketika tagar tersebut menyentuh “lingkaran dalam” di jaringan saya, mau tidak mau, saya menjadi kenal informasi seputar tagar tersebut.

Beberapa orang rekan kerja saya sedang gencar mempromosikan tagar tersebut. Usut punya usut, rupanya mereka yang bersangkutan sedang menggiatkan perubahan pola makan dengan menambah porsi sayuran dalam rencana dietnya. Saya sih hepi-hepi saja dengan tren ini karena pada dasarnya saya termasuk penyuka sayur.

Sebagaimana wanita kekinian, saya dan rekan-rekan saya ini mempunyai akun media sosial Instagram. Di sana, kebetulan kami menemukan bahwa salah satu toko salad di kota ini, Letusee Salad, memiliki sebuah program katering makan siang yang disebutnya sebagai 6 Day Meal Plan. Inti program tersebut adalah, kita melanggan layanan pesan antar makan siang selama enam hari berturut-turut menggunakan menu yang disusun oleh Letusee Salad. Lebih jelasnya, silakan tengok di akun Instagram @letuseesalad_yk ya..

Oya, yang saya maksud dengan diet di sini bukan berarti mengurangi-makan-demi-menuju-kurus atau resolusi-menuju-turun-BB-sekian-kilogram-lingkar-perut-sekaret-gelang ya. Kata “diet” yang saya gunakan di sini merujuk pada Kamus Saku Kedokteran Dorland edisi 25, yaitu “kebiasaan jumlah dan jenis makanan dan minuman yang dimakan oleh seseorang dari hari ke hari.”  Sebagai perbandingan, kalau kata kamus kedokteran online merriam-webster, diet adalah habitual nourishment alias pola makan kita sehari-hari. Memang, jika dirunut, kata ‘diet’ sendiri berasal dari sebuah frasa Yunani kuno‘diaita’  yang artinya kehidupan sehari-hari. Jadi ternyata, jargon we are what we eat sudah ada sejak lama ya.

6 Day Meal Plan

Nah, kembali pada 6 Day Meal Plan. Saya dan seorang rekan saya akhirnya memutuskan untuk mencoba mengikuti program mingguan tersebut. Seperti keterangan dalam gambar yang saya pinjam dari akun instagram Letusee Salad di atas, kami mendaftar untuk periode tanggal 27 Januari s.d. 1 Februari 2015.  Hari Selasa sampai Minggu dalam pekan ini. Awalnya kami agak bingung juga, karena alamat pengiriman kami adalah ke kantor, sedangkan kantor tutup pada hari Sabtu dan Minggu. Dan sayangnya, kedua hari tersebut tidak bisa disubstitusi ke minggu berikutnya, sedih 😦

Tapi, demi makanan lezat nan sehat, kami pun tidak putus asa atau habis akal. Kami berdiskusi dengan pihak Letusee dan memutuskan untuk menggenapkan menu hari Sabtu dan Minggu pada hari Kamis dan Jum’at. Jadi besok Kamis dan Jum’at masing-masing dari kami, saya dan seorang rekan saya, akan akan punya dua porsi makan siang hahaha… Hancurlah sudah perhitungan kalori. Ya kecuali kalau ada yg mau bergabung untuk makan siang bersama kami pada hari itu 😉

Jadi begitulah awalnya kami menjajal program 6 Day Meal Plan dari Letusee Salad. Tulisan ini saya buat bukan atas sponsor lho, semata karena saya ingin saja. Meski bukan food blogger atau restaurant reviewer, saya berencana untuk menuliskan pendapat saya untuk tiap menu yang disajikan Letusee selama sepekan ini. Saya penasaran, pengalaman kulinari apa yang akan saya alami. Semoga saja saya tidak kekenyangan lalu mengantuk setelahnya ;D

Salam #indonesiamakansayur!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s