Menu Hari Pertama: Manis, Asam, Pahit

Sudah jam 12.00 WIB dan saya tidak sabar menantikan hantaran makan siang yang saya langgan. Menurut jadwal, makan siang dari Letusee akan tiba antara pukul 12.00-13.00 WIB. Ini adalah hari pertama dari program 6 Day Meal Plan yang saya langgan dari Letusee Salad. Sebagaimana saya tulis sebelumnya, saya akan mencoba merangkum pengalaman saya dalam sebuah tulisan singkat. Awal mula saya mengikuti program 6 Day Meal Plan saya ceritakan di sini

Pukul 13.00 WIB dan hantaran belum juga tiba. Saya mengontak rekan kerja sesama pelanggan program ini di kantor saya. Siapa tahu hantaran untuk kami sudah diterimanya. Nihil. Tapi, setidaknya saya memperoleh informasi darinya bahwa pengantar dari Letusee sudah menghubunginya mengenai keterlambatan hari ini. Rupanya ada seorang pelanggan sebelum kami yang sulit dikontak sehingga hantaran tersebut belum berpindah tangan. Okelah, tidak apa-apa.

Sekitar pukul 13.30 WIB, sekretaris kantor kami mengabarkan bahwa hantaran sudah tiba. Kami kegirangan, atau lebih tepatnya, penasaran dan kelaparan. Masing-masing dari kami mendapatkan satu platik putih besar. Di dalamnya, kami menemukan beberapa wadah makanan dan minuman. Wadah-wadah ini disediakan oleh Letusee sebagai bagian dari program. Pelanggan meminjam dengan sistem deposit, yaitu menitipkan sejumlah uang yang akan dikembalikan pada pelanggan saat program selesai dan wadah-wadah ini kembali dengan lengkap pada Letusee. Jika mau, pelanggan bisa memakai wadah mereka sendiri.

Oke, jadi dalam plastik tersebut ada beberapa wadah. Satu kotak makan siang berbentuk elips berukuran sekitar 30×20 cm, cukup besar, sepertinya itu adalah wadah utama. Kemudian ada satu kotak kecil berisi cairan kental, saya menduga itu adalah dressing untuk mini salad. Lalu ada juga satu wadah minum dari plastik dengan warna senada, airnya masih terasa cukup dingin. Saya cukup takjub saat menyentuhnya. Kantor saya terletak di dekat RSUP dr. Sardjito, sedangkan lokasi toko Letusee ada di daerah Demangan. Saya pikir, lumayan juga airnya masih terasa dingin, mengingat insiden keterlambatan yang sempat terjadi.

Nah, kira-kira begini tampilan hantaran makan siang hari pertama yang saya terima dari Letusee.6tag_270115-152647 Mari kita sebut sebagai ‘menu hari pertama’.
Kelihatannya enak sekali ya? Saya sebenarnya sudah tidak sabar ingin segera menyantapnya. Tapi demi dokumentasi –dan eksistensi di media sosial– saya rela deh menunda sebentar. Entah apakah rasa lapar akan membuat penilaian saya bias atau tidak :p

Dalam program 6 Day Meal Plan minggu ini, menu hari pertama adalah vegan burger, mini salad dan infused water lime kyuri. Saya belum melihat daftar menu lengkap Letusee Salad, jadi saya hanya bisa menduga-duga apa kiranya bahan masing-masing sajian tersebut berdasarkan perasa lidah yang terbatas dan pengetahuan saya yang sempit mengenai bahan-bahan makanan hahaha…

Yang pertama saya cicipi adalah dressing saladnya. Saya senang sekali mendapati bahwa dressing yang digunakan bukanlah mayonais. Kecapan pertama lanWP_20150127_015gsung mengirimkan rasa asam yang tajam di mulut saya. Aha, saya menduga ini adalah vinegar. Anu, sebenarnya, saya sok tau aja sih, habis biasanya kalau saya makan salad, yang asem-asem gitu itu adalah vinegar xD *yak, Anda boleh langsung menutup peramban Anda sekarang*. Ada rasa bawang putih, saya suka. Terutama ketika saya campurkan dengan mentimun dan potongan bawang bombay segarnya. Menemani mentimun, ada daun selada dan potongan tomat sayur dalam porsi yang tidak terlalu besar. Meski begitu, dressing yang bervolume sekitar 10-15 mL tersebut tidak saya tuangkan semuanya. Bagi saya, separuhnya saja sudah cukup untuk sayuran sejumlah yang disajikan. Lebih dari itu, terasa terlalu asam bagi lidah saya.

Nah, lalu saatnya mencicipi hidangan utamaa…vegan burger. Dari namanya, jelas dong, patty dari burger ini tidak terbuat dari daging. Namun, jika dilihat sekilas, bentuknya seperti daging giling. Aromanya juga sekilas seperti aroma panggang daging. Waktu saya potong, barulah terasa bahwa ini bukanlah WP_20150127_013daging. Teksturnya lunak dan sedikit lengket di sendok. Rotinya dari roti gandum yang sepertinya tidak dipanggang bagian dalamnya. Jadi tidak terlalu berminyak. Sebagai pelengkapnya, saya menemukan acar mentimun dan potongan tipis bawanng bombay. Saya suka rasa acar mentimunnya, tapi sedikit kecewa karena potongan bawangnya terlalu tipis. Maklum, saya ini kan anak bawang, penyuka segala jenis bawang maksudnya hahahaHAH… *ish, bau bawang*.

Dari observasi saya *hayah*, patty ini terbuat dari kacang. Sepertinya dominan kacang merah. Sepertinya ada kacang lain yang digunakan, tapi saya tidak tahu kacang jenis apa itu. Ketika saya coba rasakan, rasanya manis. Sangat terasa kacang. Sedikit mengingatkan saya pada rasa hummus yang yang biasa saya temui dalam masakan-masakan Mediterania dan Timur Tengah. Kata seorang rekan saya yang  turut mencicipi, rasanya seperti sambal tempe. Jadi mungkin ada kedelai dan bumbu yang serupa dengan sambal tempe juga kali ya hehe..WP_20150127_016Saya suka rasanya. Menurut saya, cocok dengan roti gandum dan acarnya. Dan yang jelas, burger berdiameter sekitar 10 cm itu membuat saya kenyang. Ukurannya memang lebih kecil dari ukuran burger medium yang biasa kita beli di restoran cepat saji. Tapi karena patty-nya pun dari kacang-kacangan, yang notabene juga mengandung zat tepung, volume burger tersebut cukup padat untuk mengisi lambung. Setidaknya, untuk ukuran saya. Karena rasa burger ini dominan manis, saya memakannya bersama dengan salad yang asam tadi. Sehingga rasa manis dan agak kesat dari burger berimbang dengan rasa asam segar dari salad. Saya kurang tahu apakah cara ini benar menurut para  ahli gizi :p

Terakhir adalah minumannya. Minuman yang datang dalam hantaran kami adalah sejenis infused water. Hohoho, terdengar sehat sekali ya. Saya penasaran rasanya. Infused water umumnya terbuat dari potongan buah atau sayur yang direndam dalam air mineral bersuhu dingin. Dengan metode ini, sari buah dan sayur akan terdifusi dalam air mineral dan memberinya cita rasa yang samar. Berbeda dengan buah dalam jus atau ekstrak rebusan yang memberi rasa lebih kuat, buah dalam infused water tidak terlalu banyak bersentuhan dengan panas yang dapat mengubah strutur kimiawi suatu zat. Oleh karena itu, banyak ahli gizi dan praktisi kesehatan yang meyakini bahwa kandungan nutrisi buah dan sayur dalam infused water lebih terjaga.

Infused water yang saya nikmati kali ini adalah kombinasi antara buah dan sayuran, yaitu lime kyuri. Sesuai namanya, saya melihat ada potongan lime, alias jeruk nipis, dan kyuri, alias mentimun. Warna hijaunya tampak segar sekali. Nah, seperti ini.WP_20150127_014Di siang hari yang panas, tampilan ini tampak segar sekali ya? Maka segera saja saya menyisip airnya. Segar. Dan asam. Dan pahit. Rasa yang terakhir itu membuat saya mengernyit. Untuk rasa asam, saya sudah mengantisipasi, jadi tidak terlalu terkejut. Tapi adanya rasa pahit, saya tidak siap. Sebenarnya, rasa pahit itupun mestinya bisa ditebak karena ada potongan jeruk nipis beserta kulitnya dalam minuman tersebut. Kulit buah-buahan berkelas jeruk memang mengandung cairan yang terasa sedikit pahit, kalau tidak salah dalam bahasa Jawa disebut serung. Akan tetapi, saya tidak menduga bahwa rasa pahitnya akan sedemikian dominan pada cecap pertama. Seandainya ada cara, saya kira minuman tersebut akan terasa lebih sedap jika rasa pahit tersebut bisa ditekan. Untunglah, seiring proses adaptasi dan rehidrasi, lidah saya menjadi lebih terbiasa dengan rasanya. Minuman sebanyak 450-500 mL tersebut hanya tersisa seperempatnya ketika saya putuskan untuk mengemasi makan siang saya.

Jadi, all in all, menu hari pertama ini memberikan kejutan yang cukup menyenangkan untuk saya. Bagi saya, rasa masing-masing komponen berimbang dan tidak mematikan karakter rasa komponen yang lain. Bagian yang paling saya suka adalah patty burgernya dan bagian yang paling tidak saya suka adalah pahit infused water-nya. Semoga hari-hari berikutnya akan lebih menyenangkan. Baiklah, jadi demikian pendapat saya untuk menu pertama dari 6 Day Meal Plan. Kita lihat, apa yang menanti saya di menu hari kedua nanti 😉

Oiya, semua gambar dalam tulisan ini adalah koleksi pribadi. Saya sendiri yang mengambilnya dengan menggunakan kamera Pumpkist, smartphone Nokia Lumia 730 milik saya. Tidak bagus-bagus amat sih, tapi kalau mau pinjam, boleh kontak saya 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s