Itu Bukan Suara Aku Kalee..!

Dalam dua hari terakhir ini, saya mendapat sebuah pertanyaan dari 4 orang yang berbeda. Sebuah pertanyaan yang dikemas dalam kalimat yang berbeda tapi intinya sama

Kok suara aku di rekaman sama ngomong langsung gini beda yak?

Yang biasanya dijawab lawan bicara dengan

Ah enggak, sama aja tuh..

Lalu mereka menoleh pada saya dengan mata yang berbinar-binar penuh harap.

Lalu saya ambil napas..

..saya tahan

..lalu mengejan sekuat tenaga! Yak! Bagus bu, bayinya perempuaan!

Plak!

Lalu saya ditempeleng karena ngelantur

Oke, sekarang beneran.

Ehm.. (dehem dulu biar kayak anggota DPR)

Begini teman-teman..

Ini adalah salah satu pertanyaan klasik mengenai tubuh kita. Fenomena “menyangkal suara sendiri” yang didengar melalui media perekam sebenarnya sudah sejak lama terjadi, jauh sebelum kasusnya Artalyta sama Jaksa Urip =B dan itu terjadi di mana-mana, di seluruh belahan dunia. Banyak ahli antropologi yang melaporkan tentang hal ini. Biasanya sih gara2 mereka bawa2 tape recorder ke berbagai belahan dunia untuk analisis-analisis linguistic mereka, nha pas mendengarkan ulang, mereka kaget aja gitu denger suara mereka sendiri di tape recorder.

dengerin woi!

dengerin woi!

Sebenarnya, ada penjelasan yang cukup sederhana untuk gejala aneh ini. Menurut Dr. Nelson Vaughan, seorang ahli terapi wicara, instruktur diksi dan pelatih suara di Hollywood, suara kita sendiri yang kita dengar saat bicara, bukan hanya didengar menggunakan telinga saja, tapi juga didengar “pancaran”-nya melalui organ2 dan cairan2 dalam tubuh kita. Jelasnya begini, suara terbentuk ketika ada udara dari paru-paru yang dihembuskan keluar dan menggetarkan pita suara di laring (tenggorokan). Dari sana, gelombang suara tersebut dikeluarkan lewat mulut dan dihantarkan pada telinga pendengarnya melalui UDARA. Inilah suara yang didengar oleh orang lain..dan juga yang ditangkap tape recorder. Telinga kita juga menangkap getaran suara tersebut, akan tetapi, kita juga menangkap getaran suara yang diteruskan melalui CAIRAN dan benda-benda PADAT lain dalam kepala kita, misalnya tulang tengkorak. Jadi, suara yang kita dengar sendiri tidak hanya dihantarkan oleh udara. Mulai dari laring aja udah banyak jaringan lunak yang dilewati, belum lagi di telinga. Asal tau aja, telinga kita itu terdiri dari 3 bagian: luar, tengah, dalam. Telinga luar tu mulai dari daun telinga sampai terowongan yang biasa dikurek2 itu. Telinga tengah tu isinya udara sama tulang2 pendengaran yang ukurannya super mini, sedangkan telinga dalam tu berisi cairan yang nyambung ke saraf pendengaran. Telinga tengah dan telinga dalam itu letaknya udah di dalam tengkorak, di ruangan2 gitu. Jadi perjalanan si bunyi dari laring sampe ke telinga sendiri udah melewati berbagai medium, padahal kan rambatan bunyi bakal berbeda kalau melalui medium yang berbeda, ya to? Makanya wajar aja kalo ada variasi nada yang didenger oleh si pembuat suara sama orang laen, gitu..

….

Jadi kalo gitu, sebenernya yang mana yang suara asli kita??

Ya dua-duanya! Wong sama2 kok asalnya..tergantung siapa pendengarnya kan?

Everybody should have his personal sounds to listen for – sounds that will make him exhilarated and alive or quite and calm…. One of the greatest sounds of them all – and to me it is a sound – is utter, complete silence.  ~Andre Kostelanetz

Advertisements

One thought on “Itu Bukan Suara Aku Kalee..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s