One Step Closer

Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah.. x

I know I can only say Alhamdulillah..

Tadi sore op barusan menyelesaikan sebuah tugas TERAKHIR dari stase terakhir koas op. Yaa, not officially the last sih, tapi gimana ya? Tadi sore tu rasanya LEGA BANGET setelah presentasi. Mungkin karena sebelum presentasi, op gugup setengah idup kali ya? Yang miskom sama pengurus Yandu Lansia lah, yang tiba2 Prof nongol lah.. tapi ada juga perasaan

HEI, INI PRESENTASI TERAKHIRMU SEBAGAI KOASS, OP!!

😀

Uugh..bener2 lega deh! Apalagi setelah presentasi, dosen op bilang

” KELOMPOK KALIAN TIDAK PERLU UJIAN. “

Yeeeeeiiiiiyy!! Apa lagi sih yang bisa bikin seorang pelajar melonjak kegirangan kalo bukan bebas-dari-ujian? Op bener2 bersyukur. Gak tau lagi deh dikasi nilai apa.Yang penting masa ketegangan itu dah terlewati -“/> .

FYI only, stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)  ini adalah stase terakhir dari kegiatan kepaniteraan klinik (alias koass) yang udah op jalani selama 1,5 tahun. Dan selama itu pula op berkutat dengan berbagai tetek bengek per-koass-an yang seolah gak ada akhirnya. Penyesuaian demi penyesuaian setiap kali masuk ke stase baru, ngurus nilai yang-gak-kayak-waktu-S1-dulu, jadwal kerja dan libur yang-gak-kayak-waktu-S1-dulu, sikap dosen yang-gak-kayak-waktu-S1-dulu. Pokoknya serba gitu deh! hiperbolis yak?

I’m not a perfect student. I’m afraid I can never be one. Good doctor ? Not yet. I’m not ready to face what I have to face. But I know, I’ve been through all those hard times. And I am one step closer .

Hahaha,. not a good writing eh? I dunno.. I just feel like sharing it. It’s my happy day .

Walaupun sebenernya op masih punya tanggungan ngurus nilai yg belum pada keluar sih

I keep my fingers crossed

Advertisements

Itu Bukan Suara Aku Kalee..!

Dalam dua hari terakhir ini, saya mendapat sebuah pertanyaan dari 4 orang yang berbeda. Sebuah pertanyaan yang dikemas dalam kalimat yang berbeda tapi intinya sama

Kok suara aku di rekaman sama ngomong langsung gini beda yak?

Yang biasanya dijawab lawan bicara dengan

Ah enggak, sama aja tuh..

Lalu mereka menoleh pada saya dengan mata yang berbinar-binar penuh harap.

Lalu saya ambil napas..

..saya tahan

..lalu mengejan sekuat tenaga! Yak! Bagus bu, bayinya perempuaan!

Plak!

Lalu saya ditempeleng karena ngelantur

Oke, sekarang beneran.

Ehm.. (dehem dulu biar kayak anggota DPR)

Begini teman-teman..

Ini adalah salah satu pertanyaan klasik mengenai tubuh kita. Fenomena “menyangkal suara sendiri” yang didengar melalui media perekam sebenarnya sudah sejak lama terjadi, jauh sebelum kasusnya Artalyta sama Jaksa Urip =B dan itu terjadi di mana-mana, di seluruh belahan dunia. Banyak ahli antropologi yang melaporkan tentang hal ini. Biasanya sih gara2 mereka bawa2 tape recorder ke berbagai belahan dunia untuk analisis-analisis linguistic mereka, nha pas mendengarkan ulang, mereka kaget aja gitu denger suara mereka sendiri di tape recorder.

dengerin woi!

dengerin woi!

Sebenarnya, ada penjelasan yang cukup sederhana untuk gejala aneh ini. Menurut Dr. Nelson Vaughan, seorang ahli terapi wicara, instruktur diksi dan pelatih suara di Hollywood, suara kita sendiri yang kita dengar saat bicara, bukan hanya didengar menggunakan telinga saja, tapi juga didengar “pancaran”-nya melalui organ2 dan cairan2 dalam tubuh kita. Jelasnya begini, suara terbentuk ketika ada udara dari paru-paru yang dihembuskan keluar dan menggetarkan pita suara di laring (tenggorokan). Dari sana, gelombang suara tersebut dikeluarkan lewat mulut dan dihantarkan pada telinga pendengarnya melalui UDARA. Inilah suara yang didengar oleh orang lain..dan juga yang ditangkap tape recorder. Telinga kita juga menangkap getaran suara tersebut, akan tetapi, kita juga menangkap getaran suara yang diteruskan melalui CAIRAN dan benda-benda PADAT lain dalam kepala kita, misalnya tulang tengkorak. Jadi, suara yang kita dengar sendiri tidak hanya dihantarkan oleh udara. Mulai dari laring aja udah banyak jaringan lunak yang dilewati, belum lagi di telinga. Asal tau aja, telinga kita itu terdiri dari 3 bagian: luar, tengah, dalam. Telinga luar tu mulai dari daun telinga sampai terowongan yang biasa dikurek2 itu. Telinga tengah tu isinya udara sama tulang2 pendengaran yang ukurannya super mini, sedangkan telinga dalam tu berisi cairan yang nyambung ke saraf pendengaran. Telinga tengah dan telinga dalam itu letaknya udah di dalam tengkorak, di ruangan2 gitu. Jadi perjalanan si bunyi dari laring sampe ke telinga sendiri udah melewati berbagai medium, padahal kan rambatan bunyi bakal berbeda kalau melalui medium yang berbeda, ya to? Makanya wajar aja kalo ada variasi nada yang didenger oleh si pembuat suara sama orang laen, gitu..

….

Jadi kalo gitu, sebenernya yang mana yang suara asli kita??

Ya dua-duanya! Wong sama2 kok asalnya..tergantung siapa pendengarnya kan?

Everybody should have his personal sounds to listen for – sounds that will make him exhilarated and alive or quite and calm…. One of the greatest sounds of them all – and to me it is a sound – is utter, complete silence.  ~Andre Kostelanetz

Dried Up

dried-up

1.wrinkled or cracked from drying

2. having its water supply exhausted

Mau tau gimana caranya mengeringkan manusia dalam waktu satu malem?

Mau tau olahraga yang cukup menguras energi dan mengencangkan otot? Gak perlu dilakukan di Gym. Gak ngeluarin banyak keringet jugak, tapi abis itu lemes. Kering. Semuanya keluar. Mengalir. Menguap.

..

Hoo..jangan ngeres dulu..

..

Saat kamu ngerasa berada pada suatu titik di paling bawah. Waktu semuanya kerasa gelap aja yang ada. U wanna reach out for someone, but no one’s around. Not even the person who promised to always be there..

U can only cry

Push your lacrimal gland to it’s maximum capacity, force them 2flood out everything they got. Crunching it till it hurts. Weep out and scream. A screaming only ghost could hear. U let the emotion u keep inside blows out. No frontier. U dance with the devil and cry. Cry. Cry. And Cry. Till u dried up. Body n soul.

U can only pray

For a magical fairy to come n pour her light-powder to heal you. Or an angel to tucked u back to the warmth of the dreams.

But u don’t pray for the sun to rise earlier. Because the sun itself hurting u..

The sun dried you up. Cracked and fragile.

And trust me, for you who craves for flat belly but hates doing sit-up, u should give it a try. Do it all night long, and u’ll wake up like u have done 1500 times sit-ups! But well, some side events may occur :B swollen eyes, lethargy, dizziness, and dirty look from everyone u meet the next morning hhahahaha!!

dried-updried-up

Rectoverso dan Adikku

Hoho.. I love this book..

Belum slese baca sih, tapi op bersyukur banget udah beli buku ini. Bukan karena isinya yang–op yakin–bagus.Bukan karena lagi booming jugak..

rectoverso

Lha jadi kenapa?

Karena.. d’Rizka mau baca buku ini!!YAAAYYY…plok plok plok plok!!

…..

D’Rizka siapa sih?

D’Rizka tu adeknya op yang paling kecil. Nha d’Rizka ini luar biasa. Luar biasa males lebih tepatnya. Luar biasa males baca lebih persisnya. Jangankan buku pelajaran *tapi ya kalo itu sih, op maklum hehe*, koran pun gak dia baca. Buku bacaan populer aja gak dia sentuh. Novel, cerpen, prosa, bahkan komik sekalipun, jauh deh! Dilirik aja enggak. Bahkan saking malesnya baca, dia tu gak tau nama gang tempet rumah temennya yang udah sering banget dia satroni dari jaman SD masih ngompol sampe udah akil baligh sekarang ini. Padahal rumah temennya itu di ujung gang yang ada tulisan nama gangnya. Kebangetan gak sih?! *ato kakaknya yg hiperbolis ya?hehe..* Op jadi curiga, jangan-jangan kalo dia jajan yang disebut bukan mereknya ya, tapi warna bungkusnya “Itu buk..beli biskuit yang bungkusnya warna biru putih!!Yang sebelahnya kerupuk warna ijoo..” *hoho, hiperbolis lagi, maap adeek..*

Satu-satunya komik yang pernah dia baca tu ya, cuman Ghost Sweeper Mikami sama Pank-Ponk *eh,..brarti bukan satu-satunya yak?*. Komik terbitan jaman kapan pula itu.. Dah gitu, dia baru mulai nyentuh komik itu pas dia kelas 3 SMP (skarang dy klas 2 SMA) itupun skarang dah gak baca lagi T.T bee..sedih banget yah, adek op yang satu ini? Umur segitu mah op dah hampir khatam semua novelnya Agatha Christie, Danielle Steele, dsb *jiah nyombong..*. OYa, tapi ada ding yang rajin dia baca, yaitu..SMS. Rajin banget dia kalo SMS-an, ato M-Xit samting apa itu. Nulisnya aja pake huruf gede-kecil dan ejaan yang sama sekali gak ada dalam kaidah bahasa Indonesia. Haduh pusing tenan anak jaman sekarang..

Biasanya op kalo abis beli buku nawarin dia, tapi biasanya cuman diliet judulnya sambil komentar “Gak minat. Ceritain aja lah!Tapi jangan panjang2 ya, tar aku ketiduran..” Ato “Sampulnya warnanya lucu” ato “Ih, gambar apaan sih tu?” yang menandakan kalo bagi dia, buku tu gak penting ada tulisannya ato gak, asal ada sampulnya, udah. Tapi kali ini, pas op tawarin Rectoverso, dia gak nolak!! Mungkin karena banyak fotonya kali ya.. Ato karna ada lagunya juga? Entah, yang penting op bahagia dia mau baca. Titik. Makanya op bela-belain nunda baca bukunya hoho.. Jadi review isinya tar aja ya abis d’Rizka baca ^^