Part I *
Jam 21.45 WIB. Gadis itu bergulak-gulik malas di atas tempat tidurnya. Hngh, pikirnya, hampir jam 10 malam. Ia menghela nafas, berusaha mengusir malas dan kantuk. Komik edisi baru di tangannya. Rasa bersalah di hatinya. Potongan-potongan pemikiran di kepalanya. Silih berganti bak running news MetroTV.
Tugas kuliah yang tak ada kemajuan dalam 2 hari terakhir ini.
Kerjaan kantor, deadline besok pagi.
Isi pesan singkat, ah, si pengirim sedang sedih malam ini.
Lalu wajah bosnya.
Aaarrghh..
Lagi-lagi dia menghela nafas. Menggeliat malas. Merapatkan selimut tipis yang membungkus tubuhnya. Dingin, tidur enak ni, pikirnya. Angin bertiup pelan dari pintu kamar yang dibiarkannya terbuka lebar. Pintu selatan yang menghadap jalan di depan rumahnya dan pintu utara yang menghadap jalan kecil menuju tangga. Kamarnya di lantai dua. Ada suara pancuran kolam depan. Suara motor sesekali melintas. Juga krincing tukang sate. Ada gonggongan anjing tetangga. Ada suara ayam jantan berkokok.
Ah, aku belum solat Isya’, pikirnya. Jam 21.51 WIB. Keningnya sedikit berkerut. Kerjain yang mana dulu nih, pikirnya. Tugas kuliah. Kerjaan kantor. Pesan singkat dari sahabat. Anjing tetangga menggonggong lagi. Tumben rewel. Lalu krincing tukang sate. Ada suara ayam jantan berkokok. Hum, malam-malam begini. Malaikat apa ya yang dikirimkan Allah? Dia teringat cerita sahabatnya tentang malaikat maut yang dikirimkan Allah untuk menjemput tetangganya. Pada suatu malam ketika sahabatnya mendengar ayam jantan berkokok. Sahabatnya. Yang sedang sedih. Yang tadi mengirim pesan singkat. Ah? Oh iya, cek pesan singkat di internet. Tadi sore, ada beberapa unread kalau tidak salah. Jari-jarinya memencet tombol ponsel. Menyalakan browser, masuk ke messenger-nya. Ada pesan dari 3 kontak.
Bip. Dari teman kantornya. Klik. Tanya jadi buka puasa di mana. Balas. Di Pasta Gio, jalannya bener yg km blg tadi. Kirim.
Bip. Dari teman bermainnya. Klik. Menagih janji hasil survei tempat makan tadi sore. Balas. Sempet nyasar, tempat lumayan, tapi gada wi-fi. Kirim.
Bip. Dari orang yang ngetawain dia gara-gara nyasar sendirian maghrib-maghrib. Klik. Di situ ada orang mati dibunuh lho.
Diam. Bulu kuduk meremang.
Astaghfirullah.
Anjing tetangga menggonggong. Tukang sate krincing-krincing. Ayam jantan berkokok.
Malaikat apa ya. Apa benar malaikat ya.
Diam. Bulu kuduk meremang.
Aku belum sholat Isya’.
——————————————————————————
PS : berdasarkan kisah nyata